Hari Pertama Menjadi Medical Representative OGB: Apa yang Membuat Grogi

Sebelum menjadi seorang Medical Representative, saya adalah seorang Asisten Apoteker sejak 2018 hingga 2024. Awal tahun 2025 tepatnya di bulan januari, merupakan bulan pertama saya bekerja di sebuah perusahaan farmasi sebagai Medical Representative (MedRep).

Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa saya sudah memiliki separuh dari modal profesi sebagai medrep. 

Itu bisa jadi betul.

Tapi sebelum diterima bekerja, saya sudah banyak melamar di perusahaan farmasi lain namun hasilnya nihil. Saya tidak seberuntung teman-teman lulusan farmasi atau yang lain. Meskipun saya adalah lulusan farmasi dan pengalaman lebih dari 5 tahun di Apotek.

Di perusahaan ini, saya sebagai Medical Representative OGB (Obat Generik Berlogo). Bertugas lebih banyak ke bagian pengadaan dan Apoteker. Berkunjung ke dokter jika ada referensi dari Apoteker.

gambar oleh chatgpt

Hari Pertama ke Area Join Visit

Baik, hari pertama saya turun ke area, saya masih bersama dengan rekan senior, atau istilahnya join visit.

Kami bertemu dengan bagian pengadaan Rumah Sakit. Saya hanya memperhatikan bagaimana cara senior saya berkomunikasi. 

Seperti biasa, ada opening, probing, detailing dan closing. 

  • Opening

Dia sudah lama kenal dengan pengadaan Rumah Sakit itu, jadi openingnya tidak terkesan kaku seperti mederep baru.

Dia seorang perempuan, melakukan opening dengan: "Haloo Kakak Cantik!"

Berbeda dengan apa yang atasan saya training. "Selamat Siang Bu, saya Joko medrep dari PT ..."

Tentu saja berbeda, karena kedua kalimat tersebut punya level kedekatan yang berbeda.

Kemudian mereka berbicara tentang hari sebelumnya.

  • Probing

"Kemarin aku nanya ke Apoteker, katanya di Rumah Sakit lagi banyak kasus radang tenggorokan, dan  pamakaian methylprednisolon sedang meningkat ya? Boleh tau berapa banyak yang keluar dan dapat harganya?"

Mereka sudah memiliki kedekatan, jadi dengan senang hati pengadaan tersebut memberikan informasi. 

  • Detailing 

"Nah, kebetulan Kak. Aku punya methylprednisolon 4 mg dan 8 mg, dengan kemasan strip."

Sambil menunjukkan brosur. 

Kemudian menjelaskan tentang distribusi pengiriman.

Singkat cerita harga yang kami miliki sedikit lebih tinggi harganya. Namun senior saya menawarkannya sebagai produk pendamping jika ada kendala dari vendor lain, dan dia pun akan memberikan jaminan pelayanan yang baik.

  • Closing

"Oke terimakasih Kak, minggu depan aku ke sini lagi ya, barangkali ada kebutuhan."

Penutupan yang singkat, namun tetap sopan.

Hari Pertama ke Area Sendiri

Saya pertama masuk ke Rumah Sakit, mencari tahu di mana bagian pengadaan, farmasi dan apakah bisa ditemui.

Pertama saya cari tahu adalah instalasi farmasi, di sana bertanya tentang bagaimana alur pengadaan obat di rumah sakit. Dia memberikan informasi bahwa harus ke gudang farmasi untuk penawarannya.

Setelah nememukan ruang tersebut, di depan saya persiapkan brosur dan daftar harga. 

Jujur, ada rasa grogi yang tiba-tiba. Padahal saat ke farmasi saya biasa saja. Mungkin karena saya merasa sedikit tertekan karena merasa harus melakukan penawaran dengan baik.

  • Opening

"Selamat Siang, Bu. Saya Joko medical representative dari PT Farma ..., produk saya yang sudah digunakan di Rumah Sakit ini adalah Ofloxacin tetes mata, izin minta waktunya sebentar."

Saya dipersilahkan masuk. Saya merasa beruntung karena disambut ramah.

"Terimakasih Bu, sudah dipersilahkan masuk. Salam kenal saya Joko dari PT Farma, tim Pak Doni. Untuk kedepannya saya yang akan membantu ketersediaan obat di sini jika diperlukan."

Kemudian saya menanyakan kabar, nama, dan sedikit basa basi.

  • Probing

"Izin Bu, mau nanya. Apakah di sini ada kebutuhan untuk methylprednisonon 4 mg dan 8 mg Bu?"

"Oh, tentu ada Mas. Lebih banyak pemakaian yang 4 mg."

"Kalau boleh tau pemakaian sebulan berapa banyak Bu, dan biasa dapat harga berapa?"

Pengadaan tersebut pun memberikan informasi.

  • Detailing

"Jadi begini Bu, saya punya produk methylprednisonon 4 mg dan 8 mg, biasanya digunakan untuk kasus peradangan. Harganya sekian dengan TKDN sekian, untuk distributornya X dan Y. Kira-kira gimana caranya supaya bisa digunakan di Rumah Sakit ini Bu?"

"Secara harga sudah masuk Mas, tapi stok kami masih banyak. Mungkin nanti kalau sudah menipis saya hubungi ya Mas."

  • Closing

"Baik terimakasih Bu. Minggu depan saya akan kembali lagi. Jika dibutuhkan dokumen izin edar atau TKDN akan saya kirim via PDF."

Setelah itu, saya meminta kontak yang bisa dihubungi, supaya jika ada kebutuhan bisa segera dipesankan. 

Dialog di atas tidak semulus yang dibaca, saya medical representative baru memiliki sedikit kendala komunikasi seperti terbata-bata, grogi, mungkin kurang senyum. Tapi tidak apa, saya sudah merasa selangkah lebih baik karena bisa mengoreksi diri sendiri.

Apa yang Membuat Grogi?

Medical representative baru yang bisa menyadari apa kesalahannya, sudah selangkah lebih maju. Kata leader di perusahaan farmasi tersebut. 

Hal yang membuat saya grogi muncul dari dalam diri sendiri, seperti belum punya kesiapan mental, merasa kurang pintar dengan produk. 

Tapi menjadi pekerja di area bukan soal kesiapan, melainkan keberanian dan konsistensi. Maka dengan sendirinya, kita akan terbiasa menghadapi berbagai macam karakter orang.

Selain kesiapan mental, pakaian juga mempengaruhi rasa percaya diri ketika di area. Nanti saya akan memberikan referensi rekomendasi outfit untuk medrep di artikel lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel